Namun, model pembelajaran kompetisi memiliki kekurangan. Siswa yang lamban akan tersigma dan terpinggirkan, punya perasaan negative diantara lawan, menolak berbagi, dan tidak saling membantu. Karena focus menang kalah, bukan pada proses belajar. Model kompetisi juga menyebabkan siswa menang dengan segala cara. Hal sebaliknya terjadi pada sekolah yang menerapkan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran pada siswa lebih berlanjut. Relasi interpersonal pun lebih baik. Ikatan siswa dengan latar belakang beragam lebih kuat, disamping akan memiliki rasa percaya diri yang lebih baik.
Untuk membuat proses pembelajaran lebih kooperatif, sekolah perlu membangun minat intrinsic, memperbanyak fasilitasi interaksi tatap muka, dan membangun saling ketergantungan positif. Sekolah juga perlu memastikan akuntabilitas individu dan kelompok muaranya dapat mengembangkan keterampilan interpersonal karena proses kelompok. Selain itu harus juga menekankan pembelajaran konsruktivstik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pembelajaran ini model ini juga membantu pendidik bahwa model pembelajaran atau paksaan kurang tepat untuk menjadikan siswa senag belajar dan belajar sendiri. Dengan model itu siswa akan ,membuat penalaran dengan apa yang di pelajarinya, serta membandingka apa yang diketahui melalui pengalaman baru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar